Blogger Widgets

Minggu, 30 November 2014

IP Address



 IP Address

A. Pengertian IP Address (Internet Protocol Address)
      IP address adalah alamat identifikasi komputer/host yang berada didalam jaringan. Dengan adanya IP address maka data yang dikirimkan oleh host/komputer pengirim dapat dikirimkan lewat protokol TCP/IP hingga sampai ke host/komputer yang dituju.
       Setiap komputer/host memiliki IP address yang unik sehingga dua komputer/host yang berbeda tidak boleh memiliki IP address yang sama dalam satu jaringan.
       Protocol adalah aturan-aturan dalam jaringan.

B. Fungsi IP address
Fungsi Utama IP Address :
Fungsi IP address adalah memberikan suatu identitas kepada host agar dikenali oleh jaringan. Seperti halnya rumah, maka IP address adalah alamat dari rumah tersebut yang digunakan sebagai sarana identitas terhadap lingkungan. Sehingga si A mau mengirimkan surat ke si B, maka surat tersebut dapat dipastikan tidak akan sampai ke si C.
Fungsi IP Address :
1.      Pengalamatan
2.      Memberikan suatu identitas kapada host agar dikenali oleh jaringan
3.      Sebagai alat identifikasi host/antarmuka jaringan
4.      Sebagai alamat lokasi jaringan
5.      Transport layers/host to host
6.      Pengiriman datagram pada antar jaringan
C. Format IP address
       IP address dinyatakan dalam struktur bilangan biner yang terdiri atas 32 bit dengan bentuk sebagai berikut.

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Misalnya
11000000000010100001111000000010
       Agar kita mudah membaca IP address, maka 32 bit bilangan itu dibagi ke dalam 4 segmen yang masing-masing berisi 8 bit. Kedelapan bit itu bisa disebut oktat.
       Selanjutnya, setiap oktat diterjemahkan ke dalam bilangan decimal. Misalnya:
11000000     =     192
00001010     =     10
00011110     =     30
00000010     =     2

       Adapun nilai terbesar dari 8 bit adalah 11111111 atau sama dengan 225. Dengan demikian, jumlah IP address seluruhnya adalah 225 x 225 x 225 x 225.
       Struktur IP address terdiri atas dua bagian yaitu bagian networkID dan hostID. NetworkID menunjukkan ID alamat jaringan tempat host-host berada, sedangkan hostID adalah bagian yang menunjukkan host itu berada. Sederhananya, networkID seperti nama jalan sedangkan hostID adalah nomor rumah dijalan tersebut.

D. Pembagian Kelas dan Karakteristik
       Guna memudahkan dalam pembagiannya maka IP address dibagi-bagi ke dalam kelas-kelas yang berbeda, yaitu sebagai berikut.

1) Kelas A
IP address kelas A terdiri atas 8 bit untuk network ID dan sisanya 24 bit digunakan untuk host ID, sehingga IP address kelas A digunakan untuk jaringan dengan jumlah host sangat besar. Pada bit pertama diberikan angka 0 sampai dengan 127.

Karakteristik IP Kelas A
Format : 0NNNNNNN.HHHHHHHH.HHHHHHHH.HHHHHHHH
Bit pertama : 0
NetworkID : 8 bit
HostID : 24 bit
Oktat pertama : 0 - 127
Jumlah network : 126 (untuk 0 dan 127 dicadangkan)
Rentang IP : 1.x.x.x - 126.x.x.x
Jumlah IP address : 16.777.214

Contoh
IP address 120.31.45.18 maka :
·           NetworkID = 120
·           HostID = 31.45.18
Jadi, IP diatas mempunyai host dengan nomor 31.45.18 pada jaringan 120

2) Kelas B
IP address kelas B terdiri atas 16 bit untuk network ID dan sisanya 16 bit digunakan untuk host ID, sehingga IP address kelas B digunakan untuk jaringan dengan jumlah host tidak terlalu besar. Pada 2 bit pertama, diberikan angka 10.

Karakteristik IP Kelas B
Format : 10NNNNNN. NNNNNNNN.HHHHHHHH.HHHHHHHH
Bit pertama : 10
NetworkID : 16 bit
HostID : 16 bit
Oktat pertama : 128 - 191
Jumlah network : 16.384
Rentang IP : 128.1.x.x - 191.255.x.x
Jumlah IP address : 65.534

Contoh
IP address 150.70.60.56 maka :
·           NetworkID = 150.70
·           HostID = 60.56
Jadi, IP diatas mempunyai host dengan nomor 60.56 pada jaringan 150.70

3) Kelas C
IP address kelas C terdiri atas 24 bit untuk network ID dan sisanya 8 bit digunakan untuk host ID, sehingga IP address kelas C digunakan untuk jaringan berukuran kecil. Kelas C biasanya digunakan untuk jaringan Local Area Network atau LAN. Pada 3 bit pertama, diberikan angka 110.

Karakteristik IP Kelas C
Format : 110NNNNN.NNNNNNNN. NNNNNNNN.HHHHHHHH
Bit pertama : 110
NetworkID : 24 bit
HostID : 8 bit
Oktat pertama : 192 - 223
Jumlah network : 2.097.152
Rentang IP : 192.0.0.x - 223.255.225.x
Jumlah IP address : 254

Contoh
IP address 192.168.1.1 maka :
·           NetworkID = 192.168.1
·           HostID = 1
Jadi, IP diatas mempunyai host dengan nomor 1 pada jaringan 192.168.1
 192.168.1.1
11000000.10101000.00000001.00000001
       I               II             III            IV

       Kelas IP address lainnya adalah D dan E, namun kelas IP D dan E tersebut tidak digunakan untuk alokasi IP secara normal tetapi digunakan untuk IP multicasting dan untuk eksperimental.

Tabel : Jumlah networkID dan hostID
Kelas
Antara
Jumlah jaringan
Jumlah Host Jaringan
A
1 s.d. 126
126
16.777.214
B
128 s.d. 191
16.384
65.534
C
192 s.d. 223
2.097.152
254

Tabel : Rentang IP address untuk setiap kelas
Kelas
Alamat Awal
Alamat Akhir
A
XXX.0.0.1
XXX.255.255.255
B
XXX.XXX.0.1
XXX.XXX.255.255
C
XXX.XXX.XXX.1
XXX.XXX.XXX.255

Senin, 17 November 2014

Pernyataan If dan Case


Pernyataan If dan Case

Statemen IF …..THEN….
Bentuk struktur If….Then….. adalah sebagai berikut :
If Kondisi Then Statemen

Statemen ini digunakan untuk mengendalikan jalannya suatu program berdasarkan
suatu kondisi atau syarat yang diberikan. Ungkapan adalah kondisi yang diseleksi oleh
statemen If. Bila kondisi yang diseleksi terpenuhi, maka statemen yang mengikuti
Then akan diproses, sebaliknya bila kondisi tidak terpenuhi, maka yang akan diproses
statemen berikutnya. Jika kondisi bernilai benar (TRUE) maka statemen akan
dikerjakan. Jika kondisi bernilai salah maka (FALSE) maka statemen tidak akan
dikerjakan.
Contoh Program
Program Lulus;
Uses wincrt;
Var Nilai : Real;
Begin
Write ('Jumlah Nilai :');
Readln (nilai); {Pemasukan data}
If nilai > 60 Then {seleksi kondisi variabel nilai}
Writeln('Lulus'); {Dilaksanakan jika nilai > 60}

Statemen IF.....THEN.....ELSE......
Bentuk statemen IF...THEN...ELSE.... merupakan pengembangan dari struktur
IF.....THEN....... Bentuk statemen tersebut adalah sebagai berikut :

1. Bentuk Pertama
IF kondisi THEN
       statemen1
ELSE
  statemen2;
2. Bentuk Kedua
If kondisi Then
   Begin
   ......
   ......
   End
Else
   Begin
   .......
   .......
   End;

Perintah ini berguna untuk memilih statemen mana yang akan dikerjakan oleh
komputer berdasarkan kondisi/syarat yang diberikan. Jika kondisi bernilai benar (TRUE)
maka statemen1 akan dikerjakan. Jika kondisi bernilai salah maka (FALSE) maka
statemen2 yang akan dikerjakan.
Statemen1 dan statemen2 dapat berupa suatu blok statemen tersendiri yang
diapit oleh BEGIN...END seperti dalam bentuk kedua. di atas. Apabila kata ELSE digunakan,
maka statemen antara THEN dan ELSE tidak diakhiri dengan tanda titik koma(;). Jika
diakhiri dengan tanda titik koma (;), maka statemen setelah kata ELSE tidak akan dikerjakan
atau penyeleksian kondisi akan berhenti pada statemen sebelum kata ELSE. Jika tidak
menggunakan kata ELSE (bentuk statemen IF....THEN....) maka statemen setelah then harus
diakhiri dengan tanda titik koma (;).

Contoh Program
 Program Lulus1;
Uses wincrt;
Var Nilai : Real;
Begin
Write ('Jumlah Nilai :');
Readln (nilai);
If nilai > 60 Then
Writeln('Lulus')
Else
Writeln('Tidak lulus')
End.



Statemen CASE
Statemen Case mempunyai bentuk sebagai berikut
1. Bentuk Case…..Of
     Case kondisi of
nilai1 : statemen1;
nilai2 : statemen2;
nilai3 : statemen3;
………………….
End;

2. Bentuk Case…..Of…Else…
Case kondisi of
nilai1 : statemen1;
…………………
nilaiN : statemenN;
Else
statemenLain;
End;

Struktur Case – Of mempunyai suatu ungkapan logika yang disebut dengan
selector dan sejumlah statemen yang diawali dengan suatu label permasalahan (case label)
yang mempunyai tipe sama dengan selector. Statement yang mempunyai case label yang
bernilai sama dengan case label yang bernilai sama dengan nilai selector akan diproses sedang
statemen yang lainya tidak.
Nilai kondisi harus suatu kondisi yang nilainya berjenis ordinal (dapat diurutkan).
Nilai1, nilai2, dst dapat berupa sebuah nilai berjenis ordinal (sesuai dengan jenis kondisi) atau
beberapa nilai yang dapat dispisahkan dengan tanda titik koma.

Contoh Program
   Program nilai;
uses wincrt;
Var nilai : Char ;
Begin
Write ('Nilai Numerik yang didapat A,B,C,D atau :');
Readln (nilai);
Case nilai Of
'A' : write('Sangat baik');
'B' : write('Baik');
'C' : write('Cukup');
'D' : write('Kurang');
'E' : write('Sangat kurang');
End;
End.



Dengan menggunakan komputer, praktekkan beberapa contoh program dibawah ini :
1. Program Maksimum;
uses wincrt;
var A, B, C : integer;
begin
writeln('Masukkan tiga angka dengan spasi'); readln( A,B,   C );
if A >= B then
begin
if A >= C then writeln( A,' adalah terbesar')
else
writeln( C,' adalah terbesar')
end
else if B >= C then writeln( B,' adalah terbesar') else
writeln( C,' adalah terbesar')
end.

2. Program Konversi_Waktu1;
Uses WinCrt;
var j,m,d,dm,sisa,sisa1:integer;
begin
Writeln('Program Konversi Waktu 1');
Writeln('========================');
Writeln;
Write('Masukkan Jumlah Detik : ');readln(dm);
if (dm/3600)>0 then
begin
j:=dm div 3600;
sisa:=dm-(j*3600);
end
else
begin
j:=0;
sisa:=dm;
end;
if (sisa/60)>0 then
begin
m:=sisa div 60;
sisa1:=sisa-(m*60);
end
else
begin
m:=0;
sisa1:=sisa;
end;
d:=sisa1;
Writeln;
Writeln('Hasil => ',j,' jam ',m,' menit ',d,' detik');
end.